wisata sejarah Palembang

Jelajahi 9 wisata sejarah Palembang yang Edukatif

9 Wisata Sejarah Palembang yang Menarik Dikunjungi, Lengkap dengan Lokasi dan Cerita di Baliknya

wisata sejarah Palembang
wisata sejarah Palembang

Mengenal Palembang Melalui Jejak Sejarahnya

Wisata Sejarah Palembang menawarkan lebih dari sekadar bangunan tua dan tempat untuk berfoto. Kota Palembang memiliki perjalanan sejarah panjang yang dapat ditelusuri melalui peninggalan Sriwijaya, Kesultanan Palembang Darussalam, masa kolonial, perjuangan kemerdekaan, hingga kawasan permukiman yang menunjukkan pertemuan berbagai kebudayaan.

Menariknya, peninggalan tersebut masih dapat ditemukan di berbagai bagian kota. Ada yang terkonsentrasi di sekitar Sungai Mus i dan Jembatan Ampera, sementara lainnya berada di Bukit Lama, Gandus, hingga kawasan Seberang Ulu.

Karena lokasinya tersebar, perjalanan mengunjungi tempat-tempat bersejarah di Palembang juga memberikan kesempatan untuk melihat karakter kota secara lebih luas. Agar kunjungan tidak sekadar datang dan mengambil foto, berikut sembilan destinasi beserta lokasi dan hal yang dapat dipelajari di masing-masing tempat.

1. Museum Sultan Mahmud Badaruddin II

Lokasi: Jalan Sultan Mahmud Badarudin, Kelurahan 19 Ilir, Kecamatan Bukit Kecil, Kota Palembang, Sumatera Selatan 30113. Museum Sultan Mahmud Badaruddin II berada di kawasan bersejarah pusat Kota Palembang, dekat Benteng Kuto Besak, Monpera, Jembatan Ampera, dan Sungai Musi.

Bangunan museum yang terlihat sekarang berasal dari abad ke-19 dan pernah digunakan sebagai kediaman sekaligus kantor Residen Belanda. Namun, lokasi tempat bangunan tersebut berdiri mempunyai sejarah yang lebih tua karena sebelumnya merupakan kawasan Kuto Lamo, salah satu pusat Kesultanan Palembang.

Di dalam museum terdapat koleksi yang berkaitan dengan sejarah dan kebudayaan Palembang serta Sumatera Selatan, mulai dari benda arkeologi, tekstil, pakaian tradisional, senjata, kerajinan, uang kuno hingga berbagai peninggalan lainnya.

Apa yang Bisa Dipelajari?

Museum ini cocok dijadikan tempat pertama ketika memulai perjalanan Wisata Sejarah Palembang. Pengunjung bisa mendapatkan gambaran awal mengenai perkembangan Palembang dari masa ke masa sebelum melihat situs aslinya di tempat lain. Dengan demikian, ketika nantinya mengunjungi Benteng Kuto Besak atau situs Sriwijaya, pengunjung sudah mempunyai konteks mengenai perjalanan sejarah kota.

Baca Juga : 9 Tips Memilih Sewa Mobil untuk Wisata dan Bisnis

2. Benteng Kuto Besak

Lokasi: Jalan Sultan Mahmud Badarudin, Kelurahan 19 Ilir, Kecamatan Bukit Kecil, Kota Palembang, Sumatera Selatan 30113. Benteng Kuto Besak atau BKB merupakan salah satu landmark sejarah paling dikenal di Palembang. Lokasinya tepat di tepian Sungai Musi dan berhadapan dengan kawasan Seberang Ulu.

Berbeda dengan benteng kolonial yang banyak ditemukan di kota-kota Indonesia lainnya, Kuto Besak berkaitan langsung dengan Kesultanan Palembang Darussalam dan pernah menjadi pusat pemerintahan kesultanan.

Posisinya di tepi Sungai Musi juga bukan kebetulan. Pada masa lalu, sungai mempunyai fungsi penting sebagai jalur transportasi, perdagangan, sekaligus bagian dari sistem pertahanan dan kehidupan masyarakat Palembang. Saat ini area di depan BKB menjadi salah satu ruang publik populer. Dari kawasan tersebut pengunjung dapat melihat Sungai Musi dan Jembatan Ampera dengan jelas.

Apa yang Bisa Dipelajari?

Mengunjungi Benteng Kuto Besak membantu memahami mengapa pusat pemerintahan Palembang sejak dahulu berkembang di sekitar Sungai Musi. Pengunjung juga dapat melihat hubungan erat antara sungai, perdagangan, pertahanan, dan perkembangan permukiman Palembang.

3. Monumen Perjuangan Rakyat atau Monpera

Lokasi: Jalan Merdeka No. 1, Kelurahan 19 Ilir, Kecamatan Bukit Kecil, Kota Palembang, Sumatera Selatan 30113. Tidak jauh dari Benteng Kuto Besak terdapat Monumen Perjuangan Rakyat atau Monpera. Jika BKB membawa pengunjung mengenal masa kesultanan, Monpera membawa perjalanan sejarah menuju periode perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Monumen ini dibangun sebagai pengingat perjuangan rakyat Sumatera Selatan. Salah satu peristiwa penting yang berkaitan erat dengan sejarah Palembang adalah Pertempuran Lima Hari Lima Malam pada Januari 1947. Di bagian dalam terdapat koleksi, dokumentasi, dan informasi yang berkaitan dengan perjuangan masyarakat Sumatera Selatan.

Apa yang Bisa Dipelajari?

Pengunjung dapat memahami bahwa Palembang bukan hanya mempunyai sejarah kerajaan dan kesultanan, tetapi juga menjadi salah satu kota yang mengalami perjuangan fisik dalam mempertahankan kemerdekaan. Bagi pelajar, Monpera dapat membantu menghubungkan materi sejarah yang dipelajari di sekolah dengan tempat dan peristiwa nyata.

4. Masjid Agung Sultan Mahmud Badaruddin I Jayo Wikramo

Lokasi: kawasan 19 Ilir, Kecamatan Bukit Kecil, Kota Palembang, di sekitar persimpangan Jalan Jenderal Sudirman dan Jalan Merdeka. Masjid Agung Palembang menjadi bagian penting dalam perjalanan sejarah Kesultanan Palembang Darussalam.

Masjid ini mulai dibangun pada masa Sultan Mahmud Badaruddin I Jayo Wikramo pada abad ke-18. Hingga sekarang, bangunannya tetap digunakan sebagai pusat ibadah dan menjadi salah satu ikon keagamaan Kota Palembang.

Lokasinya juga sangat dekat dengan Monpera serta tidak jauh dari kawasan BKB dan Museum Sultan Mahmud Badaruddin II. Karena itu, empat destinasi tersebut dapat dikunjungi dalam satu rangkaian perjalanan.

Apa yang Bisa Dipelajari?

Masjid Agung memberikan gambaran mengenai perkembangan Islam pada masa Kesultanan Palembang Darussalam. Pengunjung juga dapat mengamati bagaimana pusat pemerintahan dan pusat keagamaan pada masa itu berada dalam kawasan yang saling berdekatan. Karena merupakan tempat ibadah yang masih aktif, pengunjung harus mengenakan pakaian sopan dan menjaga ketenangan selama berada di area masjid.

5. Bukit Siguntang

Lokasi: Kelurahan Bukit Lama, Kecamatan Ilir Barat I, Kota Palembang, Sumatera Selatan 30137. Jika ingin menelusuri sejarah Palembang yang lebih jauh ke belakang, Bukit Siguntang menjadi tempat yang menarik untuk dikunjungi. Kawasan ini berada di bagian barat Kota Palembang dan dikenal sebagai salah satu situs penting yang berkaitan dengan periode Sriwijaya serta sejarah masyarakat Melayu.

Lingkungannya berbeda dengan kawasan BKB yang berada di tengah aktivitas kota. Bukit Siguntang lebih hijau dan memiliki kontur berbukit. Di kawasan ini terdapat sejumlah makam yang secara tradisi dikaitkan dengan tokoh-tokoh masa lampau. Bukit Siguntang juga memiliki nilai arkeologis karena pernah ditemukan peninggalan yang menunjukkan aktivitas manusia pada masa Sriwijaya.

Apa yang Bisa Dipelajari?

Di sini pengunjung dapat memahami bahwa sejarah Palembang sudah berkembang jauh sebelum berdirinya Kesultanan Palembang Darussalam. Bukit Siguntang juga menjadi tempat yang menarik untuk mempelajari hubungan Palembang dengan sejarah Sriwijaya dan tradisi Melayu.

6. Taman Purbakala Kerajaan Sriwijaya

Lokasi: Jalan Syakyakirti, Kelurahan Karang Anyar, Kecamatan Gandus, Kota Palembang, Sumatera Selatan. Taman Purbakala Kerajaan Sriwijaya merupakan salah satu Wisata Sejarah Palembang yang paling relevan bagi pengunjung yang ingin mempelajari jejak Sriwijaya secara lebih mendalam.

Kawasan ini merupakan situs arkeologi yang berada di Karang Anyar, Gandus. Di area tersebut ditemukan jejak kanal, kolam, struktur, serta berbagai temuan arkeologis yang membantu penelitian mengenai kehidupan masyarakat pada masa Sriwijaya. Berbeda dengan museum yang sebagian besar koleksinya ditempatkan di dalam bangunan, di sini pengunjung juga dapat melihat lingkungan situsnya.

Apa yang Bisa Dipelajari?

Taman Purbakala Kerajaan Sriwijaya membantu pengunjung memahami bagaimana para peneliti menggunakan peninggalan fisik untuk mengetahui kehidupan masyarakat pada masa lampau. Keberadaan sistem perairan di kawasan tersebut juga memberikan gambaran mengenai pentingnya air dan sungai bagi kehidupan masyarakat Palembang sejak berabad-abad lalu. Destinasi ini sangat cocok untuk wisata edukasi keluarga maupun kunjungan pelajar.

Baca Juga : 12 Daftar Destinasi Wisata Palembang

7. Kampung Arab Al-Munawar

Lokasi: Lorong Al Haddad No. 13, kawasan 13 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu II, Kota Palembang, Sumatera Selatan 30115. Tidak semua peninggalan sejarah Palembang berupa benteng, museum, atau situs arkeologi. Kampung Al-Munawar memperlihatkan sisi sejarah melalui lingkungan permukiman masyarakat. Kawasan ini merupakan salah satu permukiman tua komunitas Arab-Hadrami di Palembang. Lokasinya berada di kawasan 13 Ulu yang berdekatan dengan Sungai Musi.

Salah satu daya tariknya adalah keberadaan sejumlah rumah tua dengan karakter arsitektur yang khas. Lingkungan tersebut sekaligus menunjukkan bagaimana masyarakat pendatang membentuk komunitas dan berinteraksi dengan budaya lokal Palembang.

Apa yang Bisa Dipelajari?

Kampung Al-Munawar memberikan gambaran nyata mengenai proses akulturasi budaya di Palembang. Sebagai kota perdagangan yang berkembang di tepian Sungai Musi, Palembang sejak lama menjadi tempat bertemunya masyarakat dari berbagai daerah dan latar belakang. Pengunjung dapat melihat bahwa identitas Palembang sekarang terbentuk melalui proses panjang tersebut.

Namun, perlu diingat bahwa Al-Munawar tetap merupakan lingkungan tempat tinggal masyarakat. Hormati privasi warga, jangan memasuki rumah tanpa izin, dan mintalah izin sebelum memotret orang secara dekat.

8. Pulau Kemaro

Lokasi: Pulau Kemaro berada di Sungai Musi, wilayah Kelurahan 1 Ilir, Kecamatan Ilir Timur II, Kota Palembang, Sumatera Selatan. Pulau Kemaro menjadi destinasi menarik karena menggabungkan sejarah, budaya, kepercayaan, dan kehidupan masyarakat Sungai Musi. Di pulau ini terdapat kelenteng serta pagoda sembilan lantai yang menjadi salah satu cirinya. Pulau Kemaro juga dikenal melalui cerita rakyat mengenai Tan Bun An dan Siti Fatimah.

Kawasan ini mempunyai arti penting bagi masyarakat Tionghoa dan menjadi salah satu pusat kegiatan keagamaan, terutama ketika berlangsung perayaan tertentu seperti Cap Go Meh. Berbeda dengan destinasi sebelumnya, pengunjung harus menyeberangi Sungai Musi untuk mencapai Pulau Kemaro.

Apa yang Bisa Dipelajari?

Pulau Kemaro menunjukkan bahwa sejarah Palembang juga terbentuk melalui perdagangan, migrasi, pertemuan masyarakat, dan keberagaman budaya. Pengunjung dapat melihat bagaimana komunitas Tionghoa telah menjadi bagian dari perjalanan sosial dan budaya Palembang. Perjalanan melalui Sungai Musi menuju pulau juga memberikan perspektif berbeda mengenai kehidupan kota yang sejak dahulu berkembang di sepanjang sungai.

9. Jembatan Ampera dan Kawasan Sungai Musi

Lokasi: Jembatan Ampera menghubungkan kawasan Seberang Ilir dan Seberang Ulu di pusat Kota Palembang, Sumatera Selatan. Jembatan Ampera memang jauh lebih muda dibandingkan peninggalan Sriwijaya maupun Kesultanan Palembang. Namun, jembatan ini tetap mempunyai posisi penting dalam sejarah perkembangan kota modern.

Sebelum keberadaan jembatan, Sungai Musi menjadi pemisah alami antara kawasan Seberang Ilir dan Seberang Ulu. Kehadiran Ampera kemudian membuat hubungan darat antara kedua bagian kota menjadi jauh lebih mudah. Jika berdiri di kawasan sekitar jembatan, pengunjung juga dapat melihat bagaimana Sungai Musi menjadi pusat perkembangan Palembang. Di sisi Seberang Ilir terdapat BKB, Museum SMB II, Pasar 16 Ilir dan kawasan pusat kota. Sementara di Seberang Ulu terdapat berbagai permukiman lama dan kawasan budaya lainnya.

Apa yang Bisa Dipelajari?

Kawasan ini membantu pengunjung memahami perubahan Palembang dari kota yang sangat bergantung pada jalur sungai menjadi kota modern dengan konektivitas darat yang semakin berkembang. Karena itu, Ampera bukan hanya ikon untuk berfoto, tetapi juga bagian dari perjalanan perkembangan Kota Palembang.

Transportasi untuk Mengunjungi Tempat Bersejarah di Palembang

Karena destinasi dalam daftar ini tersebar di beberapa kecamatan, kendaraan pribadi dapat mempermudah perjalanan jika ingin mengunjungi banyak lokasi. Wisatawan dari luar kota yang tidak membawa kendaraan dapat menggunakan rental mobil Palembang dan menyusun itinerary berdasarkan lokasi yang berdekatan. Jika sudah mengenal Palembang dan ingin menentukan sendiri waktu kunjungan, sewa mobil lepas kunci Palembang memberikan fleksibilitas untuk berhenti dan berpindah lokasi sesuai kebutuhan.

Sementara itu, sewa mobil plus driver Palembang dapat lebih praktis bagi wisatawan dari luar daerah yang belum memahami rute kota. Waktu perjalanan juga bisa digunakan untuk beristirahat tanpa harus berkonsentrasi mencari jalan dan tempat parkir. Khusus Pulau Kemaro, kendaraan darat hanya digunakan sampai titik keberangkatan menuju sungai. Perjalanan selanjutnya tetap membutuhkan transportasi air.

 

Kesimpulan

Menjelajahi Wisata Sejarah Palembang memberikan kesempatan untuk melihat perjalanan kota dari berbagai periode. Bukit Siguntang dan Taman Purbakala Kerajaan Sriwijaya membawa pengunjung mengenal jejak masa Sriwijaya. Museum Sultan Mahmud Badaruddin II, Masjid Agung, dan Benteng Kuto Besak memperlihatkan perkembangan Palembang pada masa kesultanan.

Monpera membawa cerita menuju perjuangan kemerdekaan, sedangkan Kampung Al-Munawar dan Pulau Kemaro menunjukkan bagaimana pertemuan berbagai masyarakat ikut membentuk identitas budaya Palembang.

Jika ingin mengunjungi beberapa tempat tersebut dalam satu perjalanan, Anda dapat menggunakan layanan ATR Rent Car Palembang sebagai pilihan transportasi. Tersedia pilihan rental mobil Palembang yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan perjalanan, baik untuk keluarga maupun rombongan.

Wisatawan yang ingin berkendara sendiri dapat mempertimbangkan sewa mobil lepas kunci Palembang, sedangkan sewa mobil plus driver Palembang lebih praktis bagi pengunjung yang ingin fokus menikmati perjalanan tanpa perlu mengemudi dan mencari rute sendiri.

Dengan kendaraan dan itinerary yang tepat, perjalanan menuju kawasan pusat kota, Bukit Lama, Gandus hingga Seberang Ulu dapat disusun dengan lebih efisien.

Namun, tujuan utama perjalanan Wisata Sejarah Palembang sebaiknya bukan sekadar mengunjungi sebanyak mungkin tempat. Luangkan waktu untuk memahami peninggalan, cerita, dan hubungan antara setiap lokasi. Dari situlah Anda dapat melihat bahwa Palembang bukan hanya kota yang terkenal dengan Sungai Musi dan Jembatan Ampera, tetapi kota dengan perjalanan sejarah panjang yang jejaknya masih dapat ditemukan hingga sekarang.